MENTAL BUILDING

MENTAL BUILDING;

“Sebuah Upaya Membangun Kesiapan Mental Guna Menghadapi Ujian Akhir Nasional”

Ujian Akhir Nasional tinggal beberapa hari lagi. Bagi kita mungkin tidak terlalu bermasalah dan mungkin kita akan menganggap tidak ada yang sepesial pada hari tersebut. Namun bagi para pelajar, hari tersebut adalah hari yang mungkin paling menegangkan. Sehingga Ujian Akhir Nasional yang tinggal beberapa hari ini menjadi hari yang paling dinanti-nanti kedatangannya. Terlepas mereka menanti dengan penuh harapan karena akan naik ke jejang pendidikan yang lebih tinggi atau menanti dengan penuh kecemasan karena takut kalau-kalau tidak lulus.

 Berkaitan dengan Ujian Akhir Nasional ini, setidaknya ada 2 (dua ) sikap yang ditunjukkan oleh para pelajar, yaitu sikap pesimistik dan sikap optimistik. Bagi kelompok pesimistik, Ujian Akhir Nasional ini merupakan momok yang sangat menakutkan bagi mereka. Karena ujian inilah yang akan menentukan mereka LULUS atau TIDAK. Sehingga sebagai konsekuensinya, mereka akan menjadi lebih cemas dan takut untuk menghadapinya. Kecemasan-kecemasan dan ketakutan-ketakutan yang dirasakan oleh para pelajar tersebut perlu diwaspadai, karena kecemasan dan ketakutan tersebut jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi boomerang yang mematikan bagi para pelajar.

 Santoso (2007) dalam bukunya “The Art Of Life Revolution” mengatakan, jika seseorang selalu memikirkan ketakutan dan kekhawatiran, maka semua ketakutan dan kekhawatiran yang dia pikirkan tersebut akan tertarik masuk kedalam alam bawah sadarnya dan dia akan menjadi orang yang hidup dengan penuh ketakutan dan kekhawatiran sebagaimana yang dia pikirkan. Namun, jika seseorang selalu memikirkan kesuksesan dan keberhasilan, maka segala bentuk kesuksesan dan keberhasilan yang dia pikirkan tersebut akan tertarik masuk ke dalam alam bawah sadarnya. Sehingga dia benar-benar menjadi orang yang hidup dengan penuh kesuksesan dan keberhasilan.

 Setidaknya inilah yang perlu diwaspadai dari kelompok pesimistik, karena jika kekhawatiran dan kecemasan-kecemasan ini terus menghantui mereka, maka sudah bisa dipastikan mereka akan mengalami banyak kegagalan dalam menghadapi Ujian Akhir Nasional tersebut. Namun sebenarnya solusi untuk penganut kelompok pesimistik ini cukup sederhana. Santoso (2007) menawarkan beberapa resep yang dapat membantu mereka keluar dari kecemasan-kecemasan serta ketakutan-ketakuan tersebut; yaitu dengan cara membuang pemikiran-pemikiran yang membelenggu mereka, seperti merasa diri tidak mampu, merasa diri bodoh, lemah dan prasangka-prasangka negatif lainnya. Jika belenggu-belenggu ini dibuang dari pikiran-pikiran pada pelajar, maka ini akan sangat membantu mereka dalam menghadapi Ujian Akhir Nasional. Sementara untuk kelompok optimistik sendiri tidak perlu dikhawatirkan, mereka hanya memerlukan bimbingan dan pengawasan lebih lanjut dari para pendidik dan orang tua. Yang jelas ”yakinlah bahwa kalian bisa dan mampu dan yakinlah bahwa kalian akan lulus dalam ujian ini, karena inilah kunci kesuksesan kalian”.

Posted by. Psikologi

By psikologi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s